MPBA

 

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT UPAH DAN HARGA BARANG DENGAN  KEGIATAN KONSUMSI KARYAWAN CV.

KIRANA DI DESA SINANGGUL KECAMATAN

MLONGGO KABUPATEN JEPARA

TAHUN 2012

 

Usulan Penelitian Untuk Skipsi S-1

Program Studi Pendidikan

Ekonomi Akuntansi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Diajukan Oleh:

NURUL DWI ARIANI

A.210100107

                                                                                                           

 

Kepada:

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2012

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT UPAH DAN HARGA BARANG DENGAN  KEGIATAN KONSUMSI KARYAWAN CV.

KIRANA DI DESA SINANGGUL KECAMATAN

MLONGGO KABUPATEN JEPARA

TAHUN 2012

 

A.  PENDAHULUAN

1      Latar Belakang Masalah

Arus lingkaran kegiatan ekonomi meliputi arus barang, arus jasa, arus uang serta hubungan satu sama lain yang dapat menimbulkan arus perputaran kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi merupakan semua kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.Kegiatan ekonomi merupakan suatu aktivitas atau usaha yang dilakukan manusia untuk mewujudkan kemakmuran. Kegiatan ekonomi tidak terlepas dan hubungan antara produksi, konsumsi dan distribusi.

Kegiatan konsumsi merupakan kegiatan penggunaan barang dan jasa yang ditujukan langsung untuk memenuhi kebutuhan. Kegiatan konsumsi mencakup setiap kegiatan yang bertujuan untuk mengurangi atau menghabiskan fungsi ekonomi suatu barang.Kegiatan konsumsi memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup secara langsung. Kebutuhan merupakan keinginan manusia terhadap benda atau jasa yang dapat memberikan kepuasan kepada manusia itu sendiri, baik kepuasan jasmani maupun kepuasan rohani. Kebutuhan manusia merupakan keinginan yang timbul dalam diri manusia dalam bentuk tuntutan untuk memperoleh pemenuhan dan apabila tidak terpenuhi di dalam diri manusia akan terasa ada kekurangan. Kebutuhan hidup sangat beraneka ragam misalnya kebutuhan makan, minum, pakaian, perumahan, kesehatan, pendidikan, dan hiburan.

Kegiatan konsumsi menyangkut tindakan manusia baik secara individu maupun kelompok, dalam memakai atau menghabiskan barang dan jasa yang diproduksi. Kegiatan konsumsi banyak dipengaruhi tingkat pendapatan, kebiasaan, dan budaya.Hal itulah berarti, bahwa penggunaan barang di luar tujuan tersebut tidakdimasukkan sebagai kegiatan konsumsi. Kebutuhan ataupun keinginan setiap karyawan begitu banyak. Apabila dihitung tidak akan ada habis-habisnya. Oleh karena itu, dalam hidup selalu dihadapkan dengan berbagai alternatif pilihan dan harus selalu melakukan pilihan sehubungan dengan sumber daya yang tersedia terbatas. Konsep pilihan merupakan perilaku karyawan yang mendasar.

Konsep dasar perilaku karyawan menyatakan bahwa pada umumnya karyawan selalu berusaha untuk mencapai utilitas yang maksimal dari pemakaian barang. Utilitas merupakan derajat seberapa besar sebuah barang atau jasa dapat memuaskan kebutuhan karyawan atau ukuran kepuasan yang diterima dari penggunaan barang dan jasa. Berkaitan dengan ukuran kepuasan dari penggunaan barang dan jasa, utilitas sering disebut sebagai nilai guna.

Karyawan merupakan individu yang bekerja di suatu tempat tertentu.Karyawan mempunyai tingkat kepuasan yang berbeda-beda, namun setiap karyawan akan berusaha mencapai kepuasan yang maksimal. Karyawan dalam melakukan kegiatan konsumsiberperilaku bermacam-macam. Namun, pada dasarnya karyawan ingin memaksimalkan kepuasan dengan sejumlah tingkat upah yang dimiliki dan harga barang yang dijual di pasaran.

Apabila karyawan menerima tingkat upah dari hasil bekerja, maka karyawan akan segera merencanakan membeli barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya. Namun demikian dalam membeli suatu barang karyawan selalu dihadapkan kepada pemilihan barang dan jasa yang memiliki alternatif penggunaan yang bermacam-macam dan perlu mempertimbangkan dan memilih barang yang benar-benar dapat memuaskan kebutuhannya dan dapat mendatangkan kepuasan paling tinggi.

Harga merupakan salah satu penentu keberhasilan suatu perusahaan karena harga menentukan seberapa besar keuntungan yang akan diperoleh perusahaan dan penjualan produknya baik berupa barang maupun jasa. Harga barang merupakan nilai dari suatu barang yang akan dijual.  Reaksi karyawan terhadap adanya perubahan harga barang dipandang lebih penting dibandingakan dengan reaksi karyawan akan adanya perubahan tingkat upah. Akibat yang ditimbulkan oleh perubahan harga ini terhadap jumlah barang yang dibeli karyawan, tanpa membicarakan akibat perubahan tingkat upah yang diterima.  

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan. Penulis ter-tarik untuk melakukan penelitian tentang “Hubunganantara Tingkat Upah dan Harga Barang denganKegiatan Konsumsi Karyawan CV. Kirana di Desa Sinanggul, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara Tahun 2012.

 

2      Identifikasi Masalah

Kegiatan konsumsi karyawan pada dasarnya dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling berkaitan baik yang berasal dari dalam diri karyawan maupun dari luar diri karyawan. Tidak ada satu faktor tunggal yang digunakan untuk mencapai kegiatan konsumsi karyawan. Beberapa masalah yang berkaitan dengan kegiatan konsumsi karyawan antara lain: tingkat upah, harga barang, diskon, transportasi dan kualitas barang.

 

3      Pembatasan Masalah

Permasalahan yang berkaitan dengan judul sangat luas, sehingga tidak mungkin permasalahan yang ada dapat terjangkau dan terselesaikan semua. Oleh karena itu, perlu adanya pembatasan dan pemfokusan masalah sehingga yang diteliti lebih jelas dan kesalahpahaman dapat terhindari. Penelitian ini  perlu dibatasi ruang lingkup dan fokus masalah yang diteliti sebagai berikut:

a.    Objek penelitian

Objek penelitian adalah “variabel yang diteliti, baik berupa peristiwa, tingkah laku, aktivitas, atau gejala-gejala sosial lainnya” (Maryadi dkk., 2010:13). Objek penelitian ini adalah aspek-asek dari subjek penelitian yang menjadi sasaran penelitian meliputi:

1)   Tingkat upah dengan kegiatan konsumsi karyawan CV. Kirana di Desa Sinanggul, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara Tahun 2012.

2)   Harga barang dengan kegiatan konsumsi karyawan CV. Kirana di Desa Sinanggul, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara Tahun 2012.

3)   Kegiatan konsumsi karyawan CV. Kirana di Desa Sinanggul, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara Tahun 2012.

b.    Subjek Penelitian

Menurut Maryadi dkk. (2010:13) “Subjek penelitian mencakup semua pihak yang dapat memberi informasi yang diperlukan dalam penelitian”. Subjek penelitian ini adalah semua karyawan CV. Kirana di Desa Sinanggul, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara Tahun 2012, yang secara keseluruhan berjumlah 200 orang karyawan.

 

4      Rumusan Masalah

Perumusan masalah merupakan bagian penting yang harus ada dalam penulisan karya ilmiah. Oleh karena itu, sebelum melakukan penelitian harus mengetahui lebih dahulu permasalahan yang ada. Agar permasalahan yang akan dipecahkan dapat terarah dan terfokus. Berdasarkan latar belakang, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:

a.    Adakah hubunganantara tingkat upah dengan kegiatan konsumsi karyawan CV. Kirana di Desa Sinanggul, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara Tahun 2012?

b.    Adakah hubunganantara harga barang dengan kegiatan konsumsi karyawan CV. Kirana di Desa Sinanggul, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara Tahun 2012?

c.    Adakah hubunganantara tingkat upah dan harga barang dengan kegiatan konsumsi karyawan CV. Kirana di Desa Sinanggul, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara Tahun 2012?

 

5      Tujuan Penelitian

Tujuan merupakan titik puncak untuk merealisasikan aktifitas yang akan dilaksanakan sehingga dapat merumuskan dengan jelas. Adapun tujuan penelitian ini adalah:

a.    Untuk mengetahui hubungan antaratingkat upah dengan kegiatan konsumsi karyawan CV. Kirana di Desa Sinanggul, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara Tahun 2012.

b.    Untuk mengetahui hubunganantara harga barang dengan kegiatan konsumsi karyawan CV. Kirana di Desa Sinanggul, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara Tahun 2012.

c.    Untuk mengetahui hubungan antara tingkat upah dan harga barang dengan kegiatan konsumsi karyawan CV. Kirana di Desa Sinanggul, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara Tahun 2012.

 

6      Manfaat Penelitian

a.    Manfaat Teoritis

1) Sebagai suatu karya ilmiah, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan konstribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan pada khususnya, maupun bagi masyarakat luas pada umumnya mengenai hubunganantara tingkat upah dan harga barang dengan kegiatan konsumsi karyawan CV. Kirana di Desa Sinanggul, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara Tahun 2012.

2) Menambah pengetahuan dan wawasan, khususnya mengenai hubungan antara tingkat upah dan harga barang dengan kegiatan konsumsi karyawan CV. Kirana di Desa Sinanggul, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara Tahun 2012.

3) Hasil penelitian dapat dipergunakan sebagai pedoman untuk kegiatan penelitian berikutnya yang sejenis.

b.    Manfaat Praktis

1)   Menyebarluaskan dan menginformasikan mengenai arti pentingnya tingkat upah dan harga barang dengan kegiatan konsumsi karyawan CV. Kirana di Desa Sinanggul, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara Tahun 2012

2)   Sebagai calon wirausaha, pengetahuan dan pengalaman selama mengadakan penelitian ini dapat ditransformasikan kepada karyawan pada khususnya serta pada masyarakat pada umumnya.

 

     B. LANDASAN TEORI

1      Tinjauan Pustaka

a.    Kegiatan Konsumsi Karyawan

1)   Pengertian kegiatan.

Kegiatan adalah suatu peristiwa atau kejadian yang pada umumnya tidak dilakukan secara terus menerus. Penyelenggara kaitan itu sendiri bisa merupakan badan, instansi pemerintah, organisasi, orang pribadi, lembaga (http://carapedia.com/pengertian_definisi_kegiatan_info2125.html).

2)   Pengertian konsumsi.

Menurut Sukwiaty (2006:28) menyatakan “Konsumsi adalah penggunaan barang dan jasa yang ditujukan langsung untuk memenuhi kebutuhan hidup”. MenurutSuwandi (2010:36) menyatakan “Konsumsi adalah tindakan manusia yang mengurangi atau menghabiskan kegunaan/nilai/utility dari sesuatu barang”.  Konsumsi (yaitu pengeluaran untuk konsumsi) tergantung dari pendapatan tetapi kita juga harus mengetahui bahwa pendapatan sebaliknya juga tergantung pada pengeluaran. Seakan-akan kita melihat sebuah lingkaran yang tidak berujung pangkal (http://h0404055.wordpress.com/2010/04/02/pendapatan-dan-konsumsi-rumah-tangga/).

3)   Faktor-faktor konsumsi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi, antara lain:

a)    tingkat penghasilan (pendapatan)

b)   tingkat harga barang/jasa

c)    ketersediaan barang/jasa

d)   tingkat pendidikan

e)    umur dan jenis kelamin

f)    jumlah anggota keluarga

g)   lingkungan sosial/budaya

h)   harga diri terhadap lingkungan

i)     ketamakan dan kesombongan

j)     harapan pendapatan di masa yang akan datang

(http://rantospensa.blogspot.com/2011/01/73-kegiatan-pokok-ekonomi.html).

4)   Ciri Barang konsumsi.

Dalam memahami pengertian barang konsumsi dapat diuraikan menjadi beberapa sebagai berikut:

a)    Barang yang dikonsumsi adalah yang dihasilkan oleh manusia. Penggunaan tanah, udara dan sinar matahari, dan lain-lain pemberian alam tidak termasuk dalam pengertian konsumsi.

b)   Barang konsumusi ditujukan langsung untuk memenuhi kebutuhan hidup. Penggunaan cangkul, gergaji, mesin, bangunan, kantor dan barang modal lainnya pada hakikatnya ditujukan untuk menghasilkan barang atau jasa sehingga tidak dapat dimasukkan dalam pengertian konsumsi.

c)    Barang yang dikonsumsi akan habis atau mengalami penyusutan sedikit demi sedikit sehingga akhirnya tidak dapat digunakan lagi(Sukwiaty, 2006:28).                       

5)   Pengertian Kegiatan Konsumsi Karyawan.

Kegiatan konsumsi merupakan kegiatan memakai atau menggunakan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan dengan menghabiskan atau mengurangi nilai guna (manfaat/faedah) dari barang/jajsa tersebut, baik secara berangsur-angsur maupun sekaligus habis

(http://rantospensa.blogspot.com/2011/01/73-kegiatan-pokok-ekonomi.html ).

b.   Tingkat Upah

1)  Pengertian Upah.

Menurut Rivai (2004) Upah didefinisikan sebagai balas jasa yang adil dan layak diberikan kepada para pekerja atas jasa-jasanya dalam mencapai tujuan organisasi. Menurut Ranupandojo (1992) upah dapat didefinisikan sebagai pengganti atas jasa yang telah diserahkan oleh pekerja kepada pihak lain atau majikan.

 

2) Faktor-faktor  yang mempengaruhi upah.

Beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi upah sebagai berikut:

a)    Pengalaman Kerja. Menurut PP No. 7 Tahun 1977, pengalaman kerja diukur berdasarkan pengelompokkan terhadap masa kerja rendah dan masa kerja tinggi. Yang termasuk masa kerja rendah adalah yang belum mencapai 5 tahun, sedangkan masa kerja 5 tahun ke atas dikelompokkan masa kerja tinggi.

b)   Pendidikan. Tingkat pendidikan juga merupakan faktor yang dapat mempengaruhi usaha penduduk perdesaan untuk mencari kesempatan kerja di luar daerah. Dengan demikian, semakin tinggi pendidikan seseorang, maka semakin tinggi kesempatan kerja di luar sektor pertanian.

c)    Tanggungan Keluarga per Rumah Tangga. Tanggungan keluarga merupakan salah satu indikator ekonomi yang menunjukkan kecenderungan semakin tinggi jumlah tangungan keluarga semakin berat ekonomi yang harus ditanggung. Hal ini disebabkan biaya konsumsi semakin tinggi sehingga sebagian besar pendapatan keluarga digunakan untuk makan dan memenuhi kebutuhan pokok sehingga sangat kecil kemungkinan dapat menabung. Jumlah tanggungan keluarga menunjukkan banyaknya orang yang ditanggung oleh kepala keluarga. Adapun orang yang ditanggung adalah istri, anak, orang tua, saudara dan orang lain yang tinggal serumah atau di luar rumah tetapi menjaditanggungan kepala keluarga      (http://anakatang.blogspot.com/2009/03/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-upah.html).

3) Penggolongan Upah.

Upah dapat digolongkan menjadi 3 kelompok yang terdiri dari:

a)    Upah sistem waktu

Dalam sistem waktu, besarnya upah ditetapkan derdasarkan standar waktu seperti jam, hari, minggu, atau bulan. Besarnya upah sistemm waktu hanya didasarkan kepada lamanya bekerja bukan dikaitkan dengan prestasinya.

 

b)   Upah sistem hasil (output)

Dalam sisitem hasil, besarnya upah ditetapkan atas kesatuan unit yang dihasilkan pekerja, seperti perpotongan, meter, liter, kilogram. Besarnya upah yang dibayarkan selalu didasarkan kepada banyaknya hasil yang dikerjakna bukan kepada lamanya waktu mengerjakannya.

c)    Upah sistem borongan

Sistem borongan adalah suatau cara pengupahan yang penetapan besarnya jasa didasarkan atas volume pekerjaan dan lama mengerjakannya. Penetapan besarnya balas jasa berdasarkan sistem borongan cukup rumit, lama mengerjakannya, serta banyak alat yang diperlukan uuntuk menyelesaikannya (Rivai, 2004).

4) Pengertian Tingkat Upah.

Tingkat upah adalah wage rate yaitu jumlah upah yang dibayarkan berdasarkan satuan ukuran kerja, misalnya satuan waktu, seperti harian, mingguan, atau satuan hasil, seperti pengapuran dinding per m2, penggalian tanah per m3, dan menjahit baju per potong (http://www.mediabpr.com/kamus-bisnis-bank/tingkat_upah.aspx).

c.    Harga Barang

1) Pengertian Harga.

Menurut Ariyanto dan Suryandari (2005: 122) ‘’Harga adalah jumlah uang yang dibutuhkan untuk memperoleh kombinasi dari sebuah pelayanan yang menyertainya’’. Menurut (http://id.shvoong.com/business-management/marketing/2050690-pengertianharga/) ‘’harga adalah nilai suatu barang yang dinyatakan dalam satuan uang’’.

2) Tujuan Penetapan Harga.

Dalam menetapkan harga perusahaan tidak melepaskan dengan tujuan-tujuan perusahaan sendiri, misalnya:

a)    Mencapai penghasilan atas investasi (return on investment) atau atas penjualan bersih yang ditargetkan. Maksudnya, dalam penetapan harga perusahaan mempertimbangkan hasil yang dapat menutup investasi secara berangsur-angsur.

b)   Menstabilkan Harga. Tujuan ini biasanya dilakukan oleh perusahaan yang memegang kendali harga (sebagai price leader). Usaha yang dilakukan dengan mengendalikan harga untuk mencegah terjadinya perang harga di pasaran.

c)    Memperbaiki dan mempertahankan market share. Apabila suatu perusahaan telah mendapatkan bagian pasar dengan luas tertentu maka ia berusaha mempertahankan share tersebut dengan  menetapkan harga yang tingginya tertentu. Dan kalau mampu dapat mengembangkan sharenya.

d)   Menghargai atau mencegah persaingan. Apabila perusahaan baru ingin mencoba memasuki pasar dimana terdapat penjual-penjual dengan kemampuan finansial sama (Ongkos produksi sama) maka dimungkinkan adanya usaha untuk saling menentukan harga yang rendah, agar pesaing kesulitan menjual barangnya.ini biasa terjadi pada pasar oligopoly.

e)    Mendapatkan laba yang maksimum. Harga ditetapkan pada tingkat tertentu dimana saat itu marginal revenue sama dengan marginal cost (MR=MC). Di sini, jumlah barang yang dijual belum tentu banyak, tergantung dari besarnya MR=MC. (Suwandi, 1995:41).

3) Prosedur Penetapan Harga. 

Ada beberapa langkah  untuk menetapkan harga agar memperoleh tingkat harga yang sesuai dan menguntungkan. Langkah-langkah tersebut adalah:

a)    Meramalkan besarnya permintaan atas produk.

Caranya, perusahaan membuat perkiraan harga yang dapat diterima pembeli dengan tingkat yang berbeda-beda. Selanjutnya dari masing-masing tingkat harga tersebut dianalisa mana yang paling besar volume penjualannya.

b)   Mengetahui lebih dahulu reaksi dalam persaingan.

Perusahaan harus mengetahui reaksi pesaing yang terjadi di pasar   beserta sumber-sumber penyebabnya. Sumber-sumber persaingan yang ada dapat berasal dari:

(1)Barang sejenis yang dihasilkan perusahaan lain.

(2)Barang pengganti atau barang subtitusi.

(3)Barang-barang lain yang dibuat oleh perusahaan lain yang sama-sama menginginkan uang konsumen.

c)    Menentukan market share yang dapat diharapkan.

Perusahaan yang agresif selalu menginginkan market share yang lebih besar. Kadang-kadang perluasan market share harus dilakukan dengan mengadakan periklanan dan bentuk lain dari persaingan bukan harga, disamping dengan harga.

d)   Memilih strategi harga untuk mencapai target pasar.

Ada dua cara / strategi penetapan harga, yaitu:

(1)Skim the cream pricing, yakni menetapkan harga setinggi-tingginya.

(2)Penetration pricing, yakni menetapkan harga serendah-rendahnya.

e)    Mempertimbangkan kebijaksanaan pemasaran perusahaan. 

Ini harus mengintegrasikan diri dengan seluruh kegiatan pemasaran perusahaan, yaitu menyangkut produk itu sendiri distribusi yang akan digunakan, dan program-program promosional yang dipilih.

f)    Memilih  dasar penetapan harga tertentu.

g)   Menetapkan kebijaksanaan potongan harga. Biaya perantara dan aspek-aspek lain dari struktur harga (Suwandi, 1995:43).

4) Pengertian Barang. \

Barang adalah suatu sifat yang kompleks baik dapat diraba maupun tidak dapat di raba, termasuk bungkus, harga, prestise perusahaan, dan pengecer. Pelayanan perusahaan dan pengecer, yang diterima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau kebutuhan (http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/11/pengertian-barang-3/).

5) Macam-macam Barang.

Barang sebagai alat pemenuhan kebutuhan manusia dapat digolongkan sebagai berikut:

a)    Dari segi cara memperoleh

(1) Barang ekonomi, adalah barang yang jumlahnya terbatas dan    untuk memperolehnya memerlukan pengorbanan. Sebagian besar barang pemenuhan kebutuhan manusia merupakan barang ekonomi, yaitu:

(a) Barang ekonomi berwujud, misalnya makanan, pakaian dan    perumahan.

(b) Barang ekonomi tidak berwujud, misalnya jasa guru, dokter dan satpam.

(2) Barang bebas, adalah barang yang tersedia dalam dalam jumlah  berlimpah melebihi jumlah yang dibutuhkan masyarakat, sehingga dapat diperoleh tanpa pengorbanan. Misalnya sinar matahari, udara, angin.

(3)  Barang Lilith, adalah barang yang jika jumlahnya berlebihan akan merugikan bahkan membahayakan kehidupan manusia. Misalnya api dan air.

b)   Dari segi cara penggunaannya

(1) Barang konsumsi, adalah barang yang dapat langsung digunakan   untuk memenuhi kebutuhan manusia. Misalnya, sayur-mayur (tidak tahan lama), pakaian (tahan lama).

(2)  Barang produksi, adalah barang yang digunakan untuk memenuhi  manusia kebutuhan secara secara tidak langsung. Barang produksi digunakan dalam proses produksi lanjutan untuk menghasilkan barang konsumsi, misalnya bahan baku.

c)    Dari segi kegunaannya

(1) Barang subtitusi, adalah barang yang dapat dipakai untuk  menggantikan fungsi barabg lainnya. Misalnya singkong untuk menggantukan beras.

(2) Barang komplementer, adalah barang yang penggunaannyaharus dilengkapi dengan barang lainnya. Misalnya mobil dengan bensin.

d)   Dari proses pembuatannya

(1) Bahan mentah, adalah barang yang belum  bisa digunakan tanpa pengolahan terlebih dahulu. Misalnya bijih besi.

(2)  Barang setengah jadi, adalah barang yang bisa digunakan sebagai barang konsumsi akhir maupun sebagai bahan produksi. Misalnya, benang.

(3)  Barang jadi, adalah barang yang siap untuk dikonsumsi langsung. Misalnya, pakaian, sepatu (Tim Penyusun MGMP Ekonomi, 2006:8).

 

6) Pengertian Harga Barang.

Menurut Suwandi (1995:41) menyatakan ‘’harga barang adalah menilai suatu barang yang dinyatakan dengan satuan uang’’.

 

2      Kerangka Pemikiran

Kerangka pemikiran pada hakikatnya bersumber dari kajian teoritis dan sering diformulasikan dalam anggapan dasar. Menurut Arikunto (2006:68) menyatakan “anggapan dasar adalah suatu hal yang diyakini kebenarannya oleh peneliti harus dirumuskan secara jelas”.

              Gambar 1.0 Kerangka Pemikiran

T         Tingkat upah

                                                

                                                                 a

T    Kegiatan Konsumsi

               

                                     b

T         Harga Barang

 

                                                                 c

 

 

Berdasarkan kajian teoritis sebagaimana telah dipaparkan di atas, maka dalam penelitian ini perlu mengajukan anggapan dasar atau kerangka pemikiran sebagaimana berikut:

a.    Tingkat upah memiliki hubungan dengan kegiatan konsumsi karyawan.

b.    Harga barang memiliki hubungan dengan kegiatan konsumsi karyawan.

c.    Tingkat upah dan harga barang memiliki hubungan dengan kegiatan konsumsi karyawan.

3      Hipotesis

Menurut Maryadi dkk (2010:8) menyatakan “Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap suatu pernyataan penelitian”.Dengan demikian pada hakekatnya hipotesis adalah sebuah putusan atau jawaban yang bersifat sementara, karena harus diuji kebenaranya secara empiris.Hipotesis yang akan diajukan dalam penelitian ini adalah:

a.    Ada hubungan antara tingkat upah dengan kegiatan konsumsi karyawan CV. Kirana di Desa Sinanggul, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara Tahun 2012.

b.    Ada hubungan antara harga barang dengan kegiatan konsumsi karyawan CV. Kirana di Desa Sinanggul, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara Tahun 2012.

c.    Ada hubunganantara tingkat upah dan harga barang dengan kegiatan konsumsi karyawan CV. Kirana di Desa Sinanggul, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara Tahun 2012.

 

C. METODE PENELITIAN

1      Tempat dan Waktu Penelitian

Tempat penelitian adalah CV. Kirana di desa Sinanggul kecamatan Mlonggo Kabupaten Jeparatahun 2012. Tahap-tahap pelaksanaan kegiatan, sejak persiapan sampai dengan laporan penelitian. Secara keseluruhan kurang lebih tiga bulan, yaitu bulan Juni sampaidengan bulan Agustus .

2      Populasi, Sampel, dan Sampling

a.    Populasi

Menurut Sumardjoko (2009:21) menyatakan “populasi ialah kumpulan yang lengkap dari pada seluruh elemen yang sejenis akan tetapi dapat dibedakan satu sama lain”.Berdasarkan konsep di atas dapat disimpulkan bahwa populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang mempunyai sifat-sifat sama. Adapun yang menjadi populasi penelitian ini adalah semua karyawanCV. Kirana di desa Sinanggul kecamatan Mlonggo kabupaten Jepara Tahun 2012 yang keseluruhannya berjumlah 200 orang karyawan.

b.    Sampel

Menurut Arikunto (2006:131) menyatakan “sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti”. Biasanya jumlah sampel lebih kecil daripada jumlah populasi.Sampel dalam penelitian ini sebanyak 20 dari 200 CV. Kirana di desa Sinanggul kecamatan Mlonggo kabupaten Jepara Tahun 2012 yang menjadi anggota populasi. Jumlah tersebut dipandang representatif, karena sudah melampaui jumlah batas minimal sampel yang dapat diterima untuk jenis penelitian diskriptif korelasional sebagaimana jenis penelitian ini, yaitu 10% dari populasi dengan jumlah sampel minimal sebanyak 20 subjek.

c.    Sampling

Menurut Hadi (2007:82) menyatakan “sampling adalah cara yang digunakan untuk mengambil sampel”.Menurut Hadi (2007:86-94) sampling dapat digolongkan menjadi dua yaitu random sampling dan non random sampling dengan berbagai variasi penjabaran masing-masing. Dari berbagai jenis sampling tersebut, dalam penelitian ini digunakan teknik atau cara pengambilan sampel kombinasi (Combined Sampling), yaitu ”Quota Purposive Sampling”. Adapun prosedurnya sebagai berikut.

a.    Dengan Quota Sampling, berarti menetapkan terlebih dahulu jumlah sampel dari suatu populasi. Dalam penelitian ini jumlah sampel ditetapkan sebanyak 20 Karyawan

b.    Dengan Purposive Sampling, berarti pengambilan sampel didasarkan atas ciri-ciri atau sifat tertentu (karakteristik) yang dipandang memiliki sangkut paut yang erat atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya. Dalam hal ini karakteristiknya adalah seluruh karyawan CV. Kirana di desa Sinanggul kecamatan Mlonggo kabupaten Jepara.

 

 

3      Variabel Penelitian

Menurut fungsinya variabel dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu variabel penyebab dan variabel terikat variabel penyebab didalamnya terdiri dari variabel bebas, variabel moderator, variabel kendali dan variabel rambang. Variabel bebas adalah variabel yang paling mempengaruhi atau menjadi penyebab terjadinya sesuatu. Variabel moderator adalah variabel yang ikut diperhatikan meskipun tidak diutamakan. Variabel kendali adalah variabel yang ikut berpengaruh tetapi kemudian dinetralisasikan. Variabel rambang adalah variabel yang diabaikan pengaruhnya karena tidak menimbulkan perbedaan yang berarti. Selanjutnya variabel terikat atau variabel tergantung adalah variabel akibat yang ditimbulkan oleh pengaruh variabel bebas (Suryabrata,1992:74-76).

Berdasarkan klasifikasi di atas maka variabel-variabel dalam penelitian ini mencakup.

a. Tingkat Upah dan Harga Barang sebagai variabel bebas (Independent Variabel). Kedua variabel itu masing-masing diukur berdasarkan indikator sebagai berikut:

1) Variabel tingkat upah yaitu suatu balas jasa yang diberikan dari seorang pemimpin suatu perusahaan kepada karyawannya berdasarkan pengalaman kerja, tingkat pendidikan dan tanggungan keluarga yang dimiliki yang dapat digolongkan menjadi upah sistem waktu, upah sistem hasil dan upah sistem.  Adapun Indikator sebagai berikut:

a) Karyawan memiliki pengalaman yang luas dalam bekerja.

c) Karyawan memiliki pendidikan yang terlatih.

e) Tingkat upah yang diberikan sudah sesuai atau tidak.

2) Variabel harga barang yaitu suatu nilai yang ada disuatu barang yang ditentukan oleh perusahaan agar barang tersebut dapat terbeli oleh konsumen sehingga konsumen dapat memenuhi kebutuhannya. Adapun indikatornya adalah sebagai:

a) Barang tersebut memiliki nilai yang tinggi.

b) Kemampuan membeli suatu barang.

c) Barang tersebut sangat dibutuhkan atau tidak.

b. Kegiatan konsumsi karyawan sebagai variabel terikat (dependent Variabel) yaitu suatu hal yang dapat dilakukan seseorang untuk memakai, menggunakan, dan menghabiskan nilai dari suatu barang yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan agar tercapai kepuasan yang maksimum. Berdasarkan tingkat upah yang diterima oleh karyawan. Adapun indikatornya adalah sebagai berikut:

         1) Tingkat upah yang diterima besar.

         2) Barang yang dibutuhkan sangat beragam.

4      Teknik Pengumpulan Data

Untuk mengumpulkan data dalam kegiatan penelitian diperlukan cara-cara atau teknik pengumpulan data tertentu, sehingga proses penelitian dapat berjalan lancar. Berkaitan dengan proses dengan proses pengumpulan data tersebut, Hadi (1989:89) bahwa.

Pengumpulan data dalam research ilmiah bermaksud memperoleh bahan-bahan yang relevan, akurat, dan reliabel. Untuk memperoleh data seperti yang dimaksudkan itu pekerjaan research menggunakan teknik-teknik, prosedur-prosedur, alat-alat, serta kegiatan-kegiatan yang dependable, yang dapat diandalkan.

Berdasarkan pendapat di atas, dapat diketahui bahwa cara pengumpulan data merupakan salah satu kegiatan utama yang harus diperhatikan dalam suatu penelitian. Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut:

a. Metode Angket.

Menurut Arikunto (2006:151) yang dimaksud dengan angket (kuesioner) adalah “sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui”.

Alasan digunakan angket dalam penelitian ini adalah karena angket merupakan hubungan yang tidak langsung dalam pengumpulan data dengan menggunakan daftar pertanyaan secara tertulis disertai petunjuk yang ada. Dalam penelitian ini angket digunakan untuk mengumpulkan data tingkat upah dan harga barang CV. Kirana di desa Sinanggul kecamatan Mlonggo kabupaten Jepara.

b. Metode Dokumentasi.

Menurut Arikunto (1998:236) Metode dokumentasi adalahmencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, lagger, agenda dan sebagainya”. Dalam penelitian ini dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data kegiatan konsumsi karyawan CV. Kirana di desa Sinanggul kecamatan Mlonggo kabupaten Jepara Tahun 2012  yang dapat dilihat dari struk belanja.

 

5        Teknik Analisis Data

Dalam penelitian ini digunakan analisis regresi. Menurut Hadi sebagaimana dikutip Sumardjoko (2009:81) tugas pokok analisis regresi adalah:

1.    mencari korelasi antara kriterium dengan prediktor.

2.    mencari signifikasi atas korelasi dimaksud.

3.    mencari persamaan garis regresinya.

4.    menemukan sumbangan relatif antara sesama prediktor, jika prediktornya lebih dari satu.

Dalam penelitian ini digunakan analisis regresi dua prediktor dengan alasan:

a)  Dalam penelitian ini ada dua variabel yang diteliti yang meliputi dua variabel sebagai prediktor dan satu variabel lainnya sebagai kriterium

b)   Ketiga variabel itu masing-masing berskala interval

c)    Masing-masing variabel akan diuji keterkaitannya satu sama lain

d) Penelitian ini diarahkan untuk sampai pada penemuan besarnya sumbangan relatif (SR%) serta sumbangan efektif (SE%) prediktor terhadap kriterium.

Adapun formulasi serta langkah regresi itu sebagaimana dikemukakan Hadi (1987:21-47), adalah sebagai berikut.

 

 

1.     Penyajian data dalam bentuk tabel

Subyek nomor

X1

X2

Y

X12

X22

Y2

X1Y

X2Y

X1X2

1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.    Mencari korelasi antara prediktor (X) dengan kriterium (Y) dengan menggunakan korelasi Product Moment dari Pearson dengan rumus:

     Ry(1,2) =

     Dimana:

     Ry(1,2)     = koefisien korelasi antara Y dengan X1 dan X2

      a1         = koefisien regresi prediktor X1

      a2         = koefisien regresi prediktor X2

        = jumlah produk antara X1 dengan Y

 

        = jumlah produk antara X2 dengan Y

          = jumlah kuadrat kriterium U

       Sebelumnya dicari:

a.        =

b.       =

c.        =

3.    Mencari persamaan garis regresi (y = a0 + a1X1 + a2X2) diawali mencari:

a.   

b.   

c.    a0

4.    Mencari besarnya harga Freg dengan rumus:

      Freg =

     Dimana:

Freg = harga F garis regresi

N    = cacah kasus

M    = cacah prediktor

R   = koefisien korelasi antara kriterium dengan prediktor-prediktor

     Sebelumnya dicari

a.    JKreg = R2

b.    dbreg = m

c.    RKreg =

d.   JKres = (1 – R2)

e.    dbres = N – m – 1

f.     RKres =

g.    JKT =

h.    dbt = N – 1

Derajat kebebasan (db) untuk menguji harga Freg itu adalah melawan  N–m–1.

5.    Mencari sumbangan relatif dan efektif garis regresi

a.    Untuk mencari sumbangan relatif (SR%) prediktor terhadap kriterium digunakan rumus:

     SR%X1 =

     SR%X2 =

b.    Untuk mencari sumbangan efektif (SE%) prediktor terhadap kriterium digunakan rumus:

     SE%X1 = SR%X1 x R2    

     SE%X2 = SR%X2 x R2

 

D. JADWAL PENELITIAN

No

Nama Kegiatan

Bulan Pelaksanaan Penelitian

Juni

Juli

Agustus

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1.

Tahap Persiapan

X

X

X

X

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penyusunan Proposal

X

X

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mengurus Perijinan

 

 

X

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Menyusun Instrumen

 

 

 

X

 

 

 

 

 

 

 

 

2.

Tahap Pelaksanaan

 

 

 

 

X

X

X

X

 

 

 

 

 

Pengumpulan Data

 

 

 

 

X

 

 

 

 

 

 

 

Analisis Data

 

 

 

 

 

X

X

 

 

 

 

 

Perumusan Hasil Penelitian

 

 

 

 

 

 

 

X

 

 

 

 

3.

Tahap Penyelesaian

 

 

 

 

 

 

 

 

X

X

X

X

 

Penyelesaian Kerangka Laporan

 

 

 

 

 

 

 

 

X

 

 

 

Penulisan Laporan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

X

X

 

Revisi dan Editing Laporan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

X

 

Penyerahan Laporan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

X

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Arikunto, Suharsimi. 1998. Pengelolaan Kelas dan Siswa. Jakarta: Rineka Rajawali Pers.

 

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

 

Ariyanto, Nuke dan Retno Tanding Suryandari. 2005. Pengaruh Atibut Kepuasan Terhadap Loyalitas Konsumen. Dalam fokus Manajerial (hal 120-131). Vol 3, No. 2, 2005.

 

Hadi, Sutrisno. 1987. Analisis Regresi. Yogyakarta: Yayasan Penerbit Fakultas Psikologi UGM.

 

Hadi, Sutrisno. 1989. Metodologi Research Jilid II. Yogyakarta: Andi Offset.

 

Hadi, Sutrisno. 2007. Metodologi Research Jilid 1. Yogyakarta: Andi Offest.

 

(http://www.mediabpr.com/kamus-bisnis-bank/tingkat_upah.aspx). Diakses pada Sabtu, 02 Juni 2012 Pukul 10.12 WIB.

 

(http://anakatang.blogspot.com/2009/03/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-upah.html). Diakses pada Sabtu, 02 Juni 2012 Pukul 10.17 WIB.

 

(http://rantospensa.blogspot.com/2011/01/73-kegiatan-pokok-ekonomi.html). Diakses pada Jum’at,  08 Juni 2012 Pukul 13.51WIB.

 

(http://h0404055.wordpress.com/2010/04/02/pendapatan-dan-konsumsi-rumah-tangga/). Diakses pada Jum’at, 08 Juni 2012 Pukul 14.25 WIB.

 

(http://carapedia.com/pengertian_definisi_kegiatan_info2125.html).  Diakses pada Sabtu, 09 Juni  2012 Pukul 09.14 WIB.

 

(http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/11/pengertian-barang-3/). Diakses pada    Sabtu, 09 Juni 2012 Pukul 09.27 WIB.

 

(http://id.shvoong.com/business-management/marketing/2050690-pengertianharga/). Diakses pada Sabtu, 09 Juni 2012 Pukul 09.30 WIB.

            

Maryadi,dkk. 2010. Pedoman Penulisan Skripsi FKIP. Surakarta: BP-FKIP UMS.

 

Ranupandojo, Husnan. 1992. Manajemen Sumber Daya Manusia, edisi kedua, Yogyakarta: YKPN.

Rivai, Veithzel, 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan dari Teori ke Praktik. Jakarta: Raja Grapindo Persada.

 

Sukwiaty, dkk. 2006. Ekonomi SMA Kelas X. Bandung: Yudhistira.

 

Sumardjoko, Bambang. 2009. Metode Statistika. Surakarta: BP-FKIP UMS.

 

Suryabrata, Sumadi. 1992. Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.

 

Suwandi, Joko.1995. Manajemen  Pemasaran ( Suatu Pengantar). Surakarta: FKIP-UMS

 

Suwandi, Joko. 2010. Pengantar Ilmu Ekonomi. Surakarta: FKIP-UMS.

 

Tim Penyusun MGMP Ekonomi. 2006. Modul dan Lembar Kerja Siswa Kelas X. Jepara: Prasasti.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran

 

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT UPAH DAN HARGA BARANG

DENGAN  KEGIATAN KONSUMSI KARYAWAN CV.

KIRANA DI DESA SINANGGUL KECAMATAN

MLONGGO KABUPATEN JEPARA

TAHUN 2012

 

No

 

Variabel

 

Indikator

          

Jenis Data

Teknik Pengumpulan Data

Teknik Analisis Data

1

Kegiatan konsumsi

(Y)

a)  Tingkat upah yang diterima besar.

b)  Barang yang dibutuhkan sangat beragam.

 

Kuantitatif

Dokumentasi

Analisis regresi dua prediktor

2

Tingkat Upah (X1)

a)  Karyawam memiliki pengalaman yang luas dalam bekerja

b)  Karyawan memiliki pendidikan yang terlatih

c) Tingkat upah yang diberikan sudah sesuai atau tidak

 

Kuantitatif

Angket

3

Harga Barang (X2)

a)  Barang tersebut memiliki nilai yang tinggi.

b)  Kemampuan membeli suatu barang.

c)  Barang tersebut sangat dibutuhkan

 

Kuantitatif

Angket

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s