0

Akuntansi

AKUNTANSI

Sejarah Akuntansi

Akuntansi sebagai suatu seni yang mendasarkan pada logika matematik – sekarang dikenal sebagai “pembukuan berpasangan” (double-entry bookkeeping) – sudah dipahami di Italia sejak tahun 1495 pada saat Luca Pacioli (1445 – 1517), yang juga dikenal sebagai Friar (Romo) Luca dal Borgo, mempublikasikan bukunya tentang “pembukuan” di Venice. Buku berbahasa Inggris pertama diketahui dipublikasikan di London oleh John Gouge atau Gough pada tahun 1543. Pada abad ke 15 romawi jatuh, pusat perdagangan pindah kebelanda, sehingga perkembangan akuntansi memakai system kontinental. Oleh sebab itu kursus akuntansi mulai ditingkatkan, dan disinilah awal mulanya keberadaan akuntan di Indonesia. Pada zaman kemerdekaan dimulai pengiriman akuntan dari Indonesia keluar negri (AS), dan sejak itu pula system akuntansi bergeser dari system kontinental ke system Anglo Saxon (AS). Perguruan tinggi mulai berlomba-lomba membuka jurusan akuntansi, dan berawal tahun 1952. seiring dengan perkembangan akuntansi, maka pada tahun 1953 berdirilah Ikatan Akuntan Indonesia yang merupakan lembaga pengembangan akuntansi di Indonesia.

Pengertian dan Definisi Akuntansi

Akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya.

Akuntansi berasal dari kata asing accounting yang artinya bila diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia adalah menghitung atau mempertanggungjawabkan.
Akuntansi digunakan di hampir seluruh kegiatan bisnis di seluruh dunia untuk mengambil keputusan sehingga disebut sebagai bahasa bisnis.

Fungsi Akuntansi

&nb sp; Fungsi utama akuntansi adalah sebagai informasi keuangan suatu organisasi. Dari laporan akuntansi kita bisa melihat posisi keuangan sutu organisasi beserta perubahan yang terjadi di dalamnya. Akuntansi dibuat secara kualitatif dengan satuan ukuran uang. Informasi mengenai keuangan sangat dibutuhkan khususnya oleh pihak manajer / manajemen untuk membantu membuat keputusan suatu organisasi.

Prinsip akuntansi

Di bidang akuntansi dan keuangan terutama audit di Indonesia, dikenal istilah “prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia” (merupakan padanan dari frasa “generally accepted accounting principles”) adalah suatu istilah teknis akuntansi yang mencakup konvensi aturan, dan prosedur yang diperlukan untuk membatasi praktik akuntansi yang berlaku umum di wilayah tertentu pada saat tertentu.
Dalam “Prinssip Akuntansi Indonesia” yang disusun oleh Ikatan Akuntan Indonesia disebutkan maksud laporan akuntansi antara lain : (telah diperbaharui dengan Standar Akuntansi Keuangan namun prinsip dasarnya adalah sama).Perusahaan terpisah dengan pemilik dan perusahaan lainnya, maksudnya akuntansi membedakan asset yang menjadi asset perusahaan dan asset milik pribadi pemilik.

Jadi,prinsip akuntansi terdiri dari :

Manfaat Akuntansi bagi perusahaan, dapat dilihat dari segi:
Bisnis :

Laporan keuangan

Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :

Menurut PSAK No.1 Revisi 98, Pragraph 07
Laporan keuangan yang lengkap terdiri dari komponen-komponen berikut ini:

Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah aktiva,

kewajiban,dan ekuitas. Sedangkan unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinereja dalam laporan laba rugi adalah penghasilan dan beban. Laporan posisi keuangan biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba rugi dan perubahan dalam berbagai unsure.

Tujuan Laporan Keuangan

Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia tujuan laporan keuangan adalah Meyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.
Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Namun demikian, laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam mengambil keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dan kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi nonkeuangan.
Laporan keuangan juga menunjukan apa yang telah dilakukan manajemen (Inggris: stewardship), atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pemakai yang ingin melihat apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat membuat keputusan ekonomi. Keputusan ini mencakup, misalnya, keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka dalam perusahaan atau keputusan untuk mengangkat kembali atau mengganti manajemen.

Macam-Macam Akuntansi

Macam-macam akuntansi yang lain :

Macam-macam akuntan dan tugasnya, menurut UU No.34 th. 1945 :

a. Akuntan Privat/Intern/Manajemen

Adalah akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan/ organisasi tertentu, bertugas menjalankan fungsi akuntansi keuangan maupun akuntansi manajemen.

b. Akuntan Publik (Extern)

Adalah akuntan yang menjalankan fungsi pemeriksaan secara bebas (indepeden) terhadap laporan keuangan perusahaan dan organisasi lain. Hasil laporan keuangan dinyatakan dalam laporan akuntansi yang berisi pendapat tentang kewajaran atau kelayakan laporan keuangan yang diperiksanya.

Kesimpulan :

kesimpulan yang saya dapat tuliskan dari artikel di atas adalah bahwa akuntansi sangat diperlukan oleh pihak intern maupun ekstern sebagai informasi mengenai suatu keuangan dalam perusahaan. Akuntansi sangat berguna dan dibutuhkan oleh banyak pihak terutama dalam hal pengambilan keputusan juga dapat berfungsi sebagai sumber informasi bagi pihak-pihak yang terkait dalam suatu perusahaan.dan artikel ini juga sangat penting,dan sangat berguna untuk semua orang yang ingin mempelajari akuntansi, agar dapat mengetahui dengan jelas apa akuntansi itu sebenarnya.

SUMBER: http://kodoqimutz.blogspot.com/2011/03/artikel-akuntansi.html

Advertisements
0

Peran Guru

                PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN KUALITAS

PENDIDIKAN DI INDONESIA

 

Guru merupakan pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini, jalur pendidikan anak usia dini, jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

Dari pengertian di atas jelas bahwa guru itu  memiliki peranan yang strategis dan merupakan kunci keberhasilan untuk mencapai tujuan kelembagaan sekolah, karena guru adalah pengelola KBM bagi para siswanya. Kegiatan belajar mengajar akan efektif apabila tersedia guru yang sesuai dengan kebutuhan sekolah baik jumlah, kualifikasi maupun bidang keahliannya.

Guru tetap yaitu guru yang telah memiliki status minimal sebagai calon pegawai negeri sipil dan telah ditugaskankan di sekolah tertentu sebagai instansi induknya. Selaku guru di sekolah swasta, guru tersebut dinyatakan guru tetap jika telah memiliki kewenangan khusus yang tetap untuk mengajar di suatu yayasan tertentu yang telah diakreditasi oleh pihak yang telah berwenang di kepemerintahan Indonesia. Sedangkan guru honorer yaitu guru tidak tetap belum berstatus minimal sebagai calon pegawai sipil, dan digaji per jam pelajaran. Seringkali guru tersebut digali sukarela, dan bahkan di bawah gaji minimim yang telah ditetapkan secara resmi. Pada umumnya, guru tersebut menjadi calon pegawai negeri sipil melalui jalur honorer, ataupun sebagai penunggu peluang untuk lulus tes calon pegawai negeri sipil formasi umum.

Peningkatan profesionalisme guru diupayakan melalui beberapa kegiatan:

1.    Meningkatalan kualitas pre servise dengan menitik beratkan pada kegiatan pembelajaran dan penguasaan prakti mengajar.

2.    Memperbaiki sistem recruitmen guru dan tenaga kependidikan melaui seleksi terhadap calon guru dan tenaga kependidikan melalui kerjasama dengan LPTK  dan Pemerintah setempat.

3.    Meningkatkan kualitas sistem in serving training dengan diberikannya keleluasaan sekolah untuk menyelenggarakan up grading guru melalui LPTK dan lembaga kepelatihan profesional lainnya.

4.    Memberdayakan forum-forum profesional guru, kepala sekolah sebagai wahana berdiskusi tentang permasalahan pendidikan dan pengajaran yang sedang dihadapi. 

Guru mengabdikan diri dan berbakti untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang bermain, bertakwa dan berakhlak mulia serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dan seni dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur, dan beradap. Guru Indonesia selalu tampil secara profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan. Melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru Indonesia memiliki kehandalan yang tinggi sebagai sumber daya utama untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu cakap, kreatif, mandiri serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Guru Indonesia adalah insan yang layak ditiru dalam kehidupan bermasya-rakat, berbangsa dan bernegara, khususnya oleh peserta didik yang dalam melaksanakan tugas berpagang teguh pada prinsip ‘’ing ngarso sung tulodho, ing madya mangun karso, tut wuri handayani’’. Dalam usaha mewujudkan prinsip-prinsip tersebut guru Indonesia ketika menjalankan tugas-tugas profesional sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi.

Guru Indonesia bertanggung jawab mengantarkan siswanya untuk mencapai kedewasaan sebagai calon pemimpin bangsa pada semua kehidupan. Untuk itu, pihak-pihak yang berkepentingan selayaknya tidak mengabaikan peranan guru dan profesinya, agar bangsa dan negara dapat tumbuh sejajar dengan bangsa lain di negara maju, baik pada masa sekarang maupun masa yang akan datang. Kondisi seperti itu dapat mengisyaratkan bahwa guru dan profesinya merupakan komponen kehidupan yang dibutuhkan oleh bangsa dan negara ini sepanjang zaman. Hanya  dengan tugas pelaksanaan tugas guru secara profesional hal itu dapat diwujudkan eksistensi bangsa dan negara yang bermakna, terhormat dan dihormati dalam pergaulanantar bangsa-bangsa di dunia ini.

 

 

0

Pendidikan Anak yang Keliru

 

Pendidikan Anak yang Keliru

 

Sering secara tidak sadar orangtua menerapkan pendidikan anak yang keliru untuk anak usia 2-5 tahun, padahal akibat yang ditimbulkan bisa mempengaruhi proses tumbuh-kembangnya kelak. Apa saja macamnya?

Jenis dan solusi

Berikut ini akan disajikan beberapa jenis dan solusi pendidikan anak yang keliru, terutama untuk anak usia 2-5 tahun sebagaimana diolah dari berbagai sumber, yaitu:

·       Tidak konsisten

Seringkali orangtua secara tidak sadar melakukan tindakan yang tidak konsisten. Sebenarnya, inkonsistensi orangtua ini akan menyebabkan anak mengalami kebingungan terhadap standarisasi pendidikan yang akan diterapkan. Akan lebih baik apabila melakukan segala sesuatunya sesuai dengan rutinitas yang telah disepakati bersama. Libatkan semua orang dalam rutinitas ini.

·       Banyak bicara

Walaupun komunikasi verbal merupakan salah satu cara yang berguna agar anak balita menuruti dan memahami sesuatu, namun cara tersebut tidak tepat dilakukan saat balita marah atau menunjukkan sikap memberontak. Ketika orangtua meminta anak melakukan sesuatu, lebih baik hindari berdiskusi ataupun kontak mata dengan anak. Berikan peringatan atau hukuman ringan ketika anak tidak mau mematuhinya.

·       Fokus pada hal negatif

Tidak bisa dipungkiri bahwa orangtua akan mudah terpancing emosinya ketika melihat anak melakukan hal-hal negatif, namun terkadang tidak terlalu peduli atau bahkan mengingat hal positif yang dilakukan anak. Orangtua hendaknya mulai mengubah kebiasaan ini dan mulai memperhatikan hal-hal positif yang dilakukan anak. Tidak ada salahnya jika sesekali memberikan anak hadiah berupa pujian, ciuman ataupun mainan anak.

 

·       Lupa mengajak bermain

Salah satu prinsip dasar positive parenting pendidikan anak adalah dilakukan dengan gembira. Bagi anak balita, kegembiraan dapat diperoleh melalui serangkaian permainan. Melalui permainan, otak anak akan berkembang sangat baik. Ketika bermain, secara alamiah anak akan memperoleh tantangan yang berguna untuk proses pertumbuhan dan perkembangan. Anak-anak usia pra sekolah mendefinisikan bermain sebagai melakukan apa yang mereka memang ingin lakukan.

·       Terlalu membantu

Terlalu banyak membantu anak dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya akan berdampak buruk bagi anak itu sendiri. Biarkan anak memakai sandal atau sepatunya sendiri atau mungkin belajar memasangkan puzzle bisa membuat anak berpikir dia tidak bisa melakukannya sendiri atau dengan kata lain anak tidak kompeten.

Demikianlah beberapa jenis dan solusi pendidikan anak yang keliru, terutama untuk anak usia 2-5 tahun yang sebaiknya dihindari orangtua. Semoga bermanfaat

 

0

Paikem

PAIKEM

(Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif dan Menyenangkan)

 

Salah satu pendekatan pembelajaran yang dianggap bagus dan  layak untuk diterapkan dalam proses pembelajaran adalah PAIKEM, singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan. Di era kontemporer ini, PAIKEM sangat dianjurkan mengingat semakin kompleksnya permasalahan di dunia pendidikan dan juga besarnya tuntutan yang dibebankan kepada guru dalam menyukseskan pembelajaran di sekolah ataupun  para dosen di universitas.

Pelatihan-pelatihan tentang PAIKEM-pun juga telah banyak diadakan dalam rangka meningkatkan kualitas guru/dosen. PAIKEM kini telah menjadi salah satu bagian dari usaha sebuah unit pendidikan dalam meningkatakan kualitas pembelajarannyaSelain itu, yang paling mendasar tujuan  penerapan PAIKEM adalah agar siswa-siswa menjadi lebih aktif dalam mengikuti proses pembelajaran, lebih enjoy dalam belajar dan tentu saja menjadi lebih bisa menyerap materi pembelajaran yang diberikan. Dapat dikatakan, intinya penerapan PAIKEM merupakan hal yang sangat penting dan harus dipahami dengan baik oleh semua guru serta harus dapat diterapkan secara benar.

 Namun pada kenyataanya, belum semua guru ataupun para penggiat pendidikan memahami dengan sebenarnya pendekatan PAIKEM ini, oleh sebab itu, saya mencoba membantu untuk memberikan pemahaman tentang PAIKEM yang lebih konprehensif dan mudah untuk dipelajari melalui artikel berikut.

PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan.

Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas, perasaan tertekan dengan tenggat waktu tugas, kemungkinan kegagalan, keterbatasan pilihan, dan tentu saja rasa bosan.

Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya mengakomodir setiap karakteristik diri. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan, auditory atau kemampuan mendengar, dan kinestetik. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental, diantaranya membangun rasa percaya diri siswa.

Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time on task”) tinggi.

Menurut hasil penelitian, tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung, sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif, maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa

Siswa tidak memungkiri metode “PAIKEM = pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan” merupakan metode yang sangat mengerti dan memahami kondisi siswa. bagaimana guru menyampaikan materi merupakan penilaian utama siswa, seorang guru mempunyai wawasan yang luas akan tergambar dengan cara bagaimana seorang guru menyampaikan pembelajaran di kelas, fokus terhadap materi dan penyampaian yang mudah dimengerti oleh siswa. peduli terhadap siswa dan tidak pilih-memilih (diskriminatif), performance yang menarik serta bisa dijadikan partner dalam berdiskusi dan berkeluh kesah merupakan sekian banyak kriteria yang siswa sampaikan jika seorang guru ingin menjadi favorit di mata siswa (Herman, 2008). 

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan PAIKEM

a.         Memahami sifat yang dimiliki anak

Pada dasarnya anak memiliki sifat: rasa ingin tahu dan berimajinasi. Anak desa, anak kota, anak orang kaya, anak orang miskin, anak Indonesia, atau anak bukan Indonesia – selama mereka normal – terlahir memiliki kedua sifat itu. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. Kegiatan pembelajaran merupakan salah satu lahan yang harus kita olah sehingga subur bagi berkembangnya kedua sifat, anugerah Tuhan, tersebut. Suasana pembelajaran dimana guru memuji anak karena hasil karyanya, guru mengajukan pertanyaan yang menantang, dan guru yang mendorong anak untuk melakukan percobaan, misalnya, merupakan pembelajaran yang subur seperti yang dimaksud

b.        Mengenal anak secara perorangan

Para siswa berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. Dalam PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Efektif dan Menyenangkan) perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. Semua anak dalam kelas tidak selalu mengerjakan kegiatan yang sama, melainkan berbeda sesuai dengan kecepatan belajarnya. Anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah (tutor sebaya). Dengan mengenal kemampuan anak, kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal.

c.  Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar

Sebagai makhluk sosial, anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. Dalam melakukan tugas atau membahas sesuatu, anak dapat bekerja berpasangan atau dalam kelompok. Berdasarkan pengalaman, anak akan menyelesaikan tugas dengan baik bila mereka duduk berkelompok. Duduk seperti ini memudahkan mereka untuk berinteraksi dan bertukar pikiran. Namun demikian, anak perlu juga menyelesaikan tugas secara perorangan agar bakat individunya berkembang

d.        Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kemampuan memecahkan masalah

Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Kritis untuk menganalisis masalah; dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. Kedua jenis berpikir tersebut, kritis dan kreatif, berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. Oleh karena itu, tugas guru adalah mengembangkannya, antara lain dengan sering-sering memberikan tugas atau mengajukan pertanyaan yang terbuka. Pertanyaan yang dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika …” lebih baik daripada yang dimulai dengan kata-kata “Apa, berapa, kapan”, yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu).

e.       Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik

 Ruang kelas yang menarik merupakan hal yang sangat disarankan dalam PAIKEM. Hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas seperti itu. Selain itu, hasil pekerjaan yang dipajangkan diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. Yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan, berpasangan, atau kelompok. Pajangan dapat berupa gambar, peta, diagram, model, benda asli, puisi, karangan, dan sebagainya. Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa, dan ditata dengan baik, dapat membantu guru dalam pembelajaran karena dapat dijadikan rujukan ketika membahas suatu masalah.

f.    Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar

 Lingkungan (fisik, sosial, atau budaya) merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar, tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar). Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar sering membuat anak merasa senang dalam belajar. Belajar dengan menggunakan lingkungan tidak selalu harus keluar kelas. Bahan dari lingkungan dapat dibawa ke ruang kelas untuk menghemat biaya dan waktu. Pemanfaatan lingkungan dapat mengembangkan sejumlah keterampilan seperti mengamati (dengan seluruh indera), mencatat, merumuskan pertanyaan, berhipotesis, mengklasifikasi, membuat tulisan, dan membuat gambar/diagram

g.        Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar

Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. Umpan balik hendaknya lebih mengungkap kekuatan daripada kelemahan siswa. Selain itu, cara memberikan umpan balik pun harus secara santun. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas belajar selanjutnya. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar dan catatan. Catatan guru berkaitan dengan pekerjaan siswa lebih bermakna bagi pengembangan diri siswa daripada hanya sekedar angka

h.             Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental

Banyak guru yang sudah merasa puas bila menyaksikan para siswa kelihatan sibuk bekerja dan bergerak. Apalagi jika bangku dan meja diatur berkelompok serta siswa duduk saling berhadapan. Keadaan tersebut bukanlah ciri yang sebenarnya dari PAIKEM. Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. Sering bertanya, mempertanyakan gagasan orang lain, dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut: takut ditertawakan, takut disepelekan, atau takut dimarahi jika salah. Oleh karena itu, guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut, baik yang datang dari guru itu sendiri maupun dari temannya. Berkembangnya rasa takut sangat bertentangan dengan ‘PAIKEM’ (Agustina, 2008).

0

Slklus Kehidupan Produk

SIKLUS KEHIDUPAN PRODUK

 

Produk yang dianggap paling sukses adalah produk yang mengalami siklus kehidupan dengan tahap-tahap sebagai berikut:

1.    Tahap  perkenalan.

2.    Tahap pertumbuhan.

3.    Tahap kedewasaan.

4.    Tahap kemunduran.

Jika produk belum diketahui oleh umum, titik berat marketing mix perusahaan adalah pada promosi ditujukan untuk memberitahukan atau mendorong calon pembeli untuk mencoba produknya. Selama tahap pertumbuhan, titik beratnya beralih kepada usaha untuk membuka saluran distribusi baru. Sedangkan pada tahap kedewasaan, persaingan menjadi semakin ketat dan menejer pemasaran lebih menekankan pada masalah harga. Produk-produk yang berada dalam tahap kemunduran sering perlu didesain kembali atau dikurangi ongkosnya agar perusahaan tetap dapat memberikan kontribusi. Panjangnya waktu pada masing-masing tahap juga dapat berbeda-beda, tergantung pada faktor:

1.    Tingkat pengakuan/penerimaan pembeli.

2.    Jumlah pesaing baru.

Adapun  strategi yang dapat ditempuh untuk mempertahankan atau memperluas pasar produksi antara lain dengan:

1.    Promosi yang lebih agresif.

2.    Mendapatkan penggunaan baru.

3.    Mencari pemakai baru.

 

TAHAP PERKENALAN

Tahap ini ditandai dengan pertumbuhan penjualan yang lambat. Pertumbuhan yang lambat disebabkan karena:

1.    Kelambatan dalam perluasan kapasitas produksi.

2.    Masalah teknis.

3.    Kelambatan dalam penyediaan produk tersebut untuk konsumen, terutama di bidang distribusi melalui pengecer.

4.    Keseganan konsumen untuk mengubah pola kebiasaan yang sudah berjalan.

Perusahaan mengarahkan usaha penjualannya kepada pembeli-pembeli yang paling siap untuk membeli. Harga cenderung lebih tinggi karena :

1.      Ongkos produksi masih tinngi (produknya belum banyak).

2.      Masalah teknologi belum sepenuhnya dapat diatasi.

3.      Biaya promosi cukup tinggi, ditujukan untuk: memberitahukan kepada pembeli potensial tentang produk baru tersebut, mendorong untuk mencobanya, menjamin distribusinya.       

Dua faktor yang sangat penting dalam analisa ini adalah jumlah orang yang mula-mula membeli produk tersebut dan jumlah orang yang  membelinya kembali. Penetrasi menunjukkan proporsi yang mencoba suatu produk. Sedangkan rasio pembelian ulang menunjukkan presentasi pembeli pertama yang membeli kembali dalam periode waktu tertentu. Keduanya dipakai untuk meramalkan market-share merk tertentu untuk jangka panjang.  Dan hal ini dapat menyebabkan perbedaan dalam penjualan faktor utamanya adalah tingkat pembelian ulang. Sedangkan  keberhasilan suatu produk adalah banyaknya orang mencoba. Faktor utama yang sangat menentukan adalah banyaknya orang yang membeli. Kesalahan dari suatu produk adalah menyangkut kualitas, harga ataupun penggunaannya. Untuk memasarkan produk baru menejer pemasaran harus mempertimbangkan variabel-variabel marketing mixnya seperti: harga, promosi, distribusi dan karakteristik produk (kualitas). Dengan mendasarkan pada variabel harga dan promosi, ada 4 macam strategi yang dapat dilakukan, yaitu:

 

1.    Strategi Profit Tinggi (high profit strategty)

Strategi pemasaran dengan menetapkan harga tinggi dan promosi tinggi. Harga yang tinggi dimaksudkan untuk memperoleh laba kotor per unit sebanyak mungkin, sedangkan promosi yang tinggi ditujukan untuk memperbesar penetrasi ke pasarnya. Alasan menggunakan strategi ini antara lain:

a.    Sebagian besar dari pasar potensial masih belum menyadari terhadap produk.

b.    Sebagian dari mereka yang telah menyadari terhadap produk tersebut ingin memilikinya dan bersedia membayar berapa saja harganya.

c.    Perusahaan menghadapi persaingan potensial dan berusaha membangkitkan kesukaan terhadap merk bagi pasarnya.

2.    Strategi Penetrasi Preemtif (Preemtive Penetration Strategy)

              Dalam strategi ini, harga yang dikenakan rendah tetapi tingkat promosinya tinggi. Alasan-alasan mengunakan strategi ini:

a.    Pasarnya sangat luas.

b.    Relatif seluruh pasar belum menyadari terhadap produk tersebut.

c.    Kebanyakan pembeli sangat peka terhadap harga.

d.   Terhadap persaingan yang ketat.

e.    Peningkatan skala produksi dapat menurunkan biaya produksi.

 

3.    Strategi Penetrasi Selektif (Selective Penetration Strategy)

         Harga tinggi dan tingkat promosi yang rendah dikenakan pada strategi ini. Harga untuk memperoleh laba kotor per unit sebesar mungkin. Promosi untuk menekan ongkos-ongkos. Alasan-alasan menggunakan strategi ini:

a.    Pasarnya sangat terbatas.

b.    Kebanyakan pembeli yang sudah menyadari terhadap produk tersebu.t

c.    Bersedia membayar pada harga yang tinggi.

d.   Persaingan yang dihadapai oleh perusahaan tidak begitu kuat.

 

4.    Strategi profit rendah (low profile strategy)

          Strategi yang menitik beratkan pada pengenaan harga rendah dan tingkat promosinya yang rendah pula. Harga rendah dimaksudkan untuk mendorong agar pasarnya cepat menerima produk tersebut. Tingkat promosi yang rendah dapat menekan biaya-biaya sehingga dapat memperoleh laba bersih. Strategi profit ini dapat dilakukukan apabila:

a.    Pasarnya sangat luas.

b.    Pasarnya dapat menyadari terhadap produk tersebut.

c.    Pasarnya peka terhadap harga.

d.   Perusahaan menghadapi persaingan potensial.

 

TAHAP PERTUMBUHAN

 

Tahap pertumbuhan ini ditandai dengan:

a.    Adanya pesaing baru yang memasuki pasar. Hal ini disebabkan karena pesaing tertarik pada kesempatan bisnis yang ada maupun labanya.

b.    Perusahaan mulai mengadakan perbaikan-perbaikan terhadap produknya ataupun menambah kelengkapan segi produk yang ada.

c.    Harga produk tersebut cenderung untuk tetap.

d.   Kegiatan promosi terutama periklanan dapat dikurangi.

e.    Penjualan secara cepat. Bertambahnya penjualan dengan cepat ini dapat menurunkan rasio promosi terhadap penjualannya, sehingga akan menaikan laba selama periode tersebut.

Ditinjau lebih jauh, kurve volume penjualan pada periode pertumbuhan ini dapat dipisahkan ke dalam 2 tahap:

1.    Penjualan meningkat dengan tingkat kenaikan yang semakin besar.

2.    Penjualan meningkat, tetapi tingkat kenaikannya semakin kecil.

Strategi pemasaran pada tahap perkenalan dapat dicapai dengan:

1.    Meningkatkan kualitas produk, menambah mode ataupun segi produk lainnya.

2.    Mencari segmen pasar baru untuk pembeli yang belum mengetahui, belum berminat, ataupun belum membeli produk didorong untuk bersedia membeli.

3.    Selalu mencari saluran distribusi baru untuk lebah menyebarkan distribusinya.

4.    Mengadakan periklanan untuk memperkenalkan produknya, tetapi ditujukan meyakinkan kepada pembeli bahwa produk tersebut adalah terbaik.

Ada dua alternatif yang dihadapi oleh perusahaan dalam menarik konsumen yang peka terhadap harga:

1.    Menguasai market-share yang luas.

2.    Mendapatkan laba yang tinggi.

 

TAHAP KEDEWASAAN

 

Jika perusahaan tidak melakukan perbaikan maupun tidak melakukan usaha lain yang dapat menaikkan penjualan terhadap produknya,maka volume penjualan cenderung tetap bahkan turun.

Tahap kedewasaan dibagi menjadi 3 tahap, yaitu:

1.    Tahap kedewasaan yang stabil (Growth Maturity)

    Tahap ini penjualan total meningkat dengan lambat. Hal ini disebabkan sebagian permintaan berasal dari langganan (pembeli lama), pembeli baru yang masuk hanya sedikit.

2.    Tahap kedewasan yang stabil (Stable Maturity)

Tahap ini penjualan tidak meningkat lagi tetapi konstan. Ini disebabkan seluruh permintaan berasal dari pelanggan lama/langganan.

3.    Tahap kedewasaan yang menurun (Decaying Maturity)

Tahap ini penjualan secara absolut mulai menurun. Hal ini disebabkan beberapa pelanggan sudah mulai meninggalkan produk perusahaan dan membeli produk lain (produk saingan termasuk produk pengganti).

Strategi pemasaran pada tahap kedewasaan ini dapat ditempuh dalam 3 macam strategi:

 

1.    Modifikasi pasar

Perusahaan berusaha menemukan pembeli-pembeli baru bagi produknya. Beberapa kemungkinan yang dapat dilakukan adalah:

a.    Mencari pasar baru dan segmen pasar yang belum pernah mencoba produknya. Misalnya: nylon dulu dipakai untuk parasit, sekarang untuk pakaian.

b.    Menaikkan penggunaan diantara para pelanggan. Misalnya: pada obat asprin bungkusnya tidak hanya untuk obat penyembuh demam, tetapi untuk masuk angin, pilek dan sakit kepala.

c.    Memperbaiki kembali posisi merknya untuk mencapai penjualan yang lebih besar, meskipun hal ini tidak mempengaruhi penjualan industri secara keseluruhan. Misalnya: minuman coklat semula untuk orang dewasa, sekarang untuk remaja dengan merk yang baru.

 

2.    Modifikasi produksi

Modifikasi dilakukan dengan cara mengubah sifat-sifat produk yang dapat menarik para pemakai/pembeli baru. Beberapa strategi yang termasuk dalam modifikasi produk ini adalah:

a.    Perbaikan kualitas

Membantu pada peningkatan fungsi pokok produk tersebut seperti: keawetan, kecepatan, dan kelezatan. Strategi ini akan efektif apabila:

1.    Produk dapat ditingkatkan kualitasnya.

2.    Banyak pembeli yang tertarik dengan kualitas yang diperbaiki.

3.    Pembeli percaya terhadap perbaikan kualitsa tersebut.

b.        Perbaikan segi (featur improvment)

Perusahaan dapat menambah feature baru yang dapat meningkatkan/perlindungan dan kepraktisan suatu produk.

c.    Perbaikan corak (style)

Perubahan lebih mengutamakan keindahan daripada yang lain.

 

3.    Modifikasi marketing-mix

Beberapa alternatif yang dapat ditempuh adalah:

a.    Menurunkan harga untuk menarik segmen-sgmen baru.

b.    Mengadakan periklanan yang lebih menarik promosi yang lebih agresif.

c.    Mengalihkan ke saluran distribusi yang lebih menguntungkan atau yang menghasilkan volume penjualan besar.

 

TAHAP KEMUNDURAN

 

Tahap terakhir yang dialami oleh suatu produk dalam siklus kehidupannya. Panjang/lamanya tahap kemunduran ini ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu:

1.    Perubahaan dalam selera konsumen.

2.    Perubahan kegiatan pesaing.

3.    Kebijakansanaan meninggalkan produk oleh perusahaan.

Dalam tahap kemunduran ini penjualannya menunjukkan arah yang semakin menurun. Ada kemungkinan bahwa penurunan tersebut berjalan dengan lambat. Pada tahap ini anggaran periklanan dikurangi.  Kegiatan periklanan yang dilakukan hanyalah untuk mengingatkan konsumen bahwa produk tersebut masih ada. Akibat lainnya adalah harga menurun dan hal ini sulit bagi perusahaan.

Strategi pemasaran pada tahap ini:

 

1.    Mencari produk yang lemah

Hal ini dapat dilakukan dengan menyusun suatu sistem informasi yang dapat menemukan produk-produk mana yang benar-benar mengalami masa kemunduran. Untuk  itu perlu membentuk suatu komite, dalam bentuk ini dianggap bersifat sementara, independen, dan mengikutsertakan wakil-wakil departemen dalam perusahaan termasuk bagian pemasaran. Bagian lain yang perlu diambil dalam komite ini adalah:

a.    Bagian produksi.

b.    Bagian pembelian.

c.    Bagian personalia.

d.   Bagian riset dan pengembangan.

e.    Bagian keuangan.

 Sistem keseluruhan yang dapat menggambarkan identifikasi produk yang         lemah adalah :

1.    Mengembangkan sebuah sistem pemeriksaan produk yang lemah.

2.    Mengadakan rapat untuk menentukan tujuan dan prosedur produk.

3.    Menyusun informasi tentang masing-masing produk.

4.    Memasukkan informasi ke komputer tentang produk yang meragukan.

5.    Menentukan urut-urutan produk yang meragukan setelah didaftar.

6.    Meneliti daftar urutan tersebut dan memberikan saran:

a.    Membiarkan saja.

b.    Memodifisir strategi pemasarannya.

c.    Atau meninggalkannya.

 

2.    Membangkitkan lagi produk tersebut

Usaha-usaha untuk membangkitkan suatu produk tidaklah mudah. Adapun strategi yang dapat ditempuh adalah:

a.    Meningkatkan usaha-usaha pada variabel marketing mix yang dapat meneruskan untuk menghasilkan laba.

b.    Mengalihkan produk tersebut ke segmen pasar baru.perusahaan harus menambah distributor baru atau memperbanyak tenaga penjualan.

c.    Mendapatkan dan mempromosikan penggunaan baru dari produk tersebut kepada pembeli-pembeli yang ada.

3.    Meningkatkan produk tersebut

Beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk meninggalkan produk lainnya, yaitu:

a.    Membiarkan saja dan menunggu sampai tidak ada pembelinya. Cara ini akan menghambat tujuan perusahaan untuk meningkatkan labanya.

b.    Menjual produk tersebut kepada perusahaan lain dengan cara lisensi. Perusahaan yang membelinya harus memproduksi sendiri karena ini dapat menghindarkan terjadinya likuidasi.