Pendidikan Anak yang Keliru

 

Pendidikan Anak yang Keliru

 

Sering secara tidak sadar orangtua menerapkan pendidikan anak yang keliru untuk anak usia 2-5 tahun, padahal akibat yang ditimbulkan bisa mempengaruhi proses tumbuh-kembangnya kelak. Apa saja macamnya?

Jenis dan solusi

Berikut ini akan disajikan beberapa jenis dan solusi pendidikan anak yang keliru, terutama untuk anak usia 2-5 tahun sebagaimana diolah dari berbagai sumber, yaitu:

·       Tidak konsisten

Seringkali orangtua secara tidak sadar melakukan tindakan yang tidak konsisten. Sebenarnya, inkonsistensi orangtua ini akan menyebabkan anak mengalami kebingungan terhadap standarisasi pendidikan yang akan diterapkan. Akan lebih baik apabila melakukan segala sesuatunya sesuai dengan rutinitas yang telah disepakati bersama. Libatkan semua orang dalam rutinitas ini.

·       Banyak bicara

Walaupun komunikasi verbal merupakan salah satu cara yang berguna agar anak balita menuruti dan memahami sesuatu, namun cara tersebut tidak tepat dilakukan saat balita marah atau menunjukkan sikap memberontak. Ketika orangtua meminta anak melakukan sesuatu, lebih baik hindari berdiskusi ataupun kontak mata dengan anak. Berikan peringatan atau hukuman ringan ketika anak tidak mau mematuhinya.

·       Fokus pada hal negatif

Tidak bisa dipungkiri bahwa orangtua akan mudah terpancing emosinya ketika melihat anak melakukan hal-hal negatif, namun terkadang tidak terlalu peduli atau bahkan mengingat hal positif yang dilakukan anak. Orangtua hendaknya mulai mengubah kebiasaan ini dan mulai memperhatikan hal-hal positif yang dilakukan anak. Tidak ada salahnya jika sesekali memberikan anak hadiah berupa pujian, ciuman ataupun mainan anak.

 

·       Lupa mengajak bermain

Salah satu prinsip dasar positive parenting pendidikan anak adalah dilakukan dengan gembira. Bagi anak balita, kegembiraan dapat diperoleh melalui serangkaian permainan. Melalui permainan, otak anak akan berkembang sangat baik. Ketika bermain, secara alamiah anak akan memperoleh tantangan yang berguna untuk proses pertumbuhan dan perkembangan. Anak-anak usia pra sekolah mendefinisikan bermain sebagai melakukan apa yang mereka memang ingin lakukan.

·       Terlalu membantu

Terlalu banyak membantu anak dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya akan berdampak buruk bagi anak itu sendiri. Biarkan anak memakai sandal atau sepatunya sendiri atau mungkin belajar memasangkan puzzle bisa membuat anak berpikir dia tidak bisa melakukannya sendiri atau dengan kata lain anak tidak kompeten.

Demikianlah beberapa jenis dan solusi pendidikan anak yang keliru, terutama untuk anak usia 2-5 tahun yang sebaiknya dihindari orangtua. Semoga bermanfaat

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s