Pengantar Manajemen

 

PERANAN MANAJEMEN TERHADAP PERUSAHAAN

 

Makalah

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengantar Manajemen

Dosen Pengampu: Drs. Sabar Narimo, MM. M.Pd

 

 

Disusun oleh:

 

NURUL DWI ARIANI

A. 210100107

 

Semester/kelas: I/C

 

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI AKUNTANSI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2010

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

A.  Latar Belakang

Manajemen yang tepat dan efektif dapat menjamin keberhasilan usaha yang bersifat ekonomi. Selain itu, manajemen  dapat juga mencapai tujuan yang bersifat sosial atau politik. Manajemen yang bersifat ekonomi, berhubungan dengan usaha untuk mencapai sasaran tertentu dengan jalan menggunakan sumber-sumber yang tersedia dengan cara sebaik mungkin. Bila tujuan tertentu ingin dicapai maka senantiasa harus adanya kesatuan pikiran, tenaga, bahan-bahan, alat-alat, penggunaan waktu, dan tempat untuk melaksanakannya.

Manajemen merupakan suatu aktivitas yang berhubungan satu sama lainnya dan aktivitas-aktivitas tersebut merupakan sebuah proses yang dinamakan proses manajemen dan yang melaksanakannya dinamakan manajer. Banyak sekali perusahaan-perusahaan yang berhasil dan bertahan lama karena proses manajemen di perusahaan-perusahaan tersebut berjalan dengan baik

Makalah ini akan membahas bagaimana peranan manajemem terhadap perusahaan, sehingga perusahaan dapat berjalan dengan baik tanpa ada kendala yang mengganggu karena adanya suatu masalah karena ada peranan manajeman di dalamnya.

B.       Rumusan Masalah

1.    Apa itu manajemen?

2.    Apa saja jenis-jenis perusahaan?

3.    Apa saja jenis-jenis informasi dalam perusahaan?

4.    Bagaimana peranan manajemen terhadap perusahaan?

C.  Tujuan

1.    Untuk mengetahui tentang manajemen.

2.    Untuk mengetahui jenis-jenis perusahaan.

3.    Untuk mengetahui jenis-jenis informasi dalam perusahaan.

4.    Untuk mengetahui peranan manajemen terhadap perusahaan.

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.  Manajeman

 

1.    Pengertian Manajemen

Manajemen dapat diartikan sebagai ilmu dan seni tentang upaya untuk memanfaatkan semua sumber daya yang dimilki untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Menurut, Stoner:

Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin dan mengawasi usaha-usaha dari suatu organisasi dan dari sumber-sumber organisasi lainnya daya untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

Menurut, G. R. Terry:

Manajeman adalah suatu proses yang khas yang terdiri atas tindakan-tindakan perencanaan, perorganisasian, penggerakan, dan pengendalian yang dilaksanakan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya nmanusia dan sumber daya lainnya.

Manajemen juga dapat diartikan sebagai ilmu untuk memimpin suatu usaha atau organisasi mulai dari merencanakan, membagi-bagi tugas sesuai dengan pendidikan dan keahliannya, menggerakkan atau mendorong anggota organisasi mau dan senang melakukan tugas, serta melakukan pengawasan agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara maksimal. 

 

2.    Tingkat-Tingkat Manajemen

a.    Top management atau manajemen tingkat atas

Manajer tingkat atas (top manager) memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi yang sangat besar. Keterampilan ini sering disebut sebagai keterampilan konsepsional (conceptional skill). Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk menciptakan gagasan atau konsepnya itu. keterampilan berkomunukasi atau berhubungan dengan orang lain yang disebut  human skill yang seimbang. Juga harus memilki keterampilan teknis (technical skill) tapi kecil.

b.    Middle manajement atau manajemem tingkat menengah

Manajer tingkat menengah (Middle manager) keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi, memiliki keterampilan berkomunukasi atau berhubungan dengan orang lain yang disebut  human skill dan juga  keterampilan teknis (technical skill) yang seimbang.

c.    Lower management atau manajemen tingkat bawah

Manajer tingkat bawah (lower manajer) keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi yang sangat kecil. Harus memilki keterampilan teknis (technical skill) besar. keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya memperbaiki mesin, membuat produk baru, dan keterampilan teknis lainnya. Keterampilan berkomunikasi atau berhubungan dengan orang lain yang disebut  human skill yang seimbang.

 

3.    Prinsip-Prinsip Manajemen

a.    Pembagian kerja (Division of Work)

b.    Wewenang dan Tanggung Jawab (Authority and Responsibility)

c.    Disiplin (Discipline)

d.   Kesatuan Perintah (Unity of Command)

e.    Kesatuan Pengarahan (Unity of Direction)

f.     Kepentingan Organisasi Lebih Dipentingkan Sendiri (Sub Ordination of Individual General Interest)

g.    Penggajian Pegawai

h.    Pemusatan (Centralization)

i.      Hirarki

j.      Ketertiban (Order)

k.    Keadilan dan kejujuran (Egnity)

l.      Stabilitas Kondisi Karyawan

m.  Prakarsa (Inisiative)

n.    Semangat Kesatuan, Semangat Korp

 

4.    Fungsi manajemen

a.    Planning

Kegiatan pertama seorang manajer adalah penyusunan rencana. Menyusun rencana berarti memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Agar dapat membuat rencana secara teratur dan logis, sebelumnya harus ada keputusan terlebih dahulu sebagai  petunjuk langkah-langkah selanjutnya.

b.    Organizing (Pengorganisasian)

Menciptakan suatu struktur dengan bagian-bagian yang terinteragasi sedemikian rupa sehingga hubungan antarbagian-bagian satu sama lain dipengaruhi oleh hubungan dengan keseluruhan struktur. Pengorganisasian bertujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Selain itu, mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi.

c.    Actuating (menggerakkan)

Suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi. Menggerakkan orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau penuh kesadaran secara bersama-sama untuk mencapai tujuan yang dikehendaki secara efektif.

d.   Controling (Pengawasan)

Tindakan seorang manajer untuk menilai dan mengendalikan jalannya suatu kegiatan yang mengarah demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. Mencegah atau untuk memperbaiki kesalahan, penyimpangan, penyelewengan dan kegiatan lainnya yang tidak sesuai dengan rencana. Pengawasan bukan untuk mencari kesalahan, tetapi mencari kebenaran dalam pelaksanaan pekerjaan.

 

 

 

5.    Bidang-Bidang manajemen

a.    Manajemen Produksi

Kegiatan untuk mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan sumber-sumber daya berupa sumber daya manusia, sumber daya alat, dan sumber daya dana serta bahan secara efektif dan efisien, untuk menciptakan dan menambah kegunaan (utility) suatu barang dan jasa

b.    Manajemen Pemasaran

Bidang ini menitikberatkan pada kegiatan bagaimana merebut pasar atau dengan kata lain bagaimana caranya agar barang/jasa yang dihasilkan tetap disenangi dan dibeli konsumen.

c.    Manajemen Personalia

Manajemen personalia disebut juga manajemen sumber daya manusia. Keberhasilan suatu organisasi bukan semata-mata ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia alam yang melimpah, namun ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang berperan dalam merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan organisasi tersebut.

d.   Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan adalah pengelolaan semua aspek keuangan yang digunakan untuk berbagai penggunaan bisnis dan berhubungan dengan kombinasi jenis-jenis pembiayaan yang terbaik, meliputi kegiatan merencanakan pengumpulan dana serta menggunakan atau mengelola dan tersebut untuk memaksimalkan nilai perusahaan.

e.    Manajemen Perkantoran

Bidang ini menitikberatkan pada cara mengatur atau untuk mengelola kantor agar tercipta kelancaran kegiatan administrasi. Setiap manajer harus berhubungan dengan manajer perkantoran sebab dibutuhkan dokumen-dokumen atau surat-surat uantuk semua altivitas yang dilaksankan.

 

 

 

 

B.  Jenis-Jenis Persahaan

Dipandang dari jenis usahanya, perusahaan dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing:

1.    Perusahaan Jasa

Perusahaan yang menjual jasa kepada konsumen. Perusahaan ini dalam laporan keuangannya tidak menyajikan pos persediaan, dan penyajian laporan keuangannya relatif sederhana. Contoh perusahaan ini adalah perusahaan asuransi, bank, travel dan sejenisnya.

2.    Perusahaan perdagangan

Perusahaan yang menjual produk tampak (tangible goods) tetapi produk yang dijual tersebut bukan dari produknya sendiri, melainkan merupakan pembelian dari perusahaan lain. Pada laporan keuangannya, perusahaan perdagangan akan menyajikan persediaan barang dagangan, di neraca. Dan menyajikan harga pokok penjualan di laporan hasil usahanya. Contoh perusahaan ini adalah, toko buku, toko pengecer dan sejenisnya.

3.    Perusahaan Manufaktur

Perusahaan yang memproduksi sendiri barangmya yang dijual. Dalam laporan keuangannya, perusahaan manufaktur akan menyajikan pos persediaan barang dalam proses dan persediaan barang jadi. Seperti pada perusahaan perdagangan, perusahaan manufaktur dalam laporan hasil usaha akan menyajikan harga pokok penjualan. Contoh perusahaan tenun, perusahaan semen, perusahaan produk kimia dan sejenisnya.

Dalam hubungannya dengan pemilikan jenis perusahaan dikelompokkan menjadi tiga, masing-masing:

1.    Perusahaan Perseorangan (Private Ownership)

Perusahaan yang dimiliki oleh pribadi dan pada umumnya dikelola dan dikendalikan langsung oleh pemiliknya. Perusahaan perseorangan pada umumnya tidak begitu besar.

2.    Perusahaan Perkumpulan (Partnership)

Perusahaan yang dimiliki beberapa orang yang disebut partnership dan mengelola serta mengendalikan perusahaan secara bersama-sama. Perusahaan ini pada umumnya, perusahaan kelas menengah, dan lebih besar dibandingkan dengan perusahaan perseorangan.

3.    Perusahaan Perseroan (Corporatiaon)

Perusahaan yang memisahkan antara pemilik dan pengelola (manajemen). Pemilik yang disebut pemegang saham (stockholders) berada di luar operasi perusahaan, sedang manajemen dipilih oleh pemegang saham untuk menjalankan operasi perusahaan.

 

C.  Jenis-Jenis Informasi perusahaan

1.    Informasi Operasi

Informasi Operasi akan menghasilkan dua jenis informasi akuntansi, pertama laporan keuangan yaitu informasi akuntansi untuk pihak-pihak di luar (ekstern) dan akuntansi manajemen. Dalam informasi akuntansi terdiri tiga bentuk informasi dimana ketiga informasi tersebut akan mnenggambarkan semua kegiatan dalam perusahaan yang berhubungan dengan akuntansi, ada catatan barang yang dipesan oleh langganan, catatan tentang perintah produksi yang berhubungan dengan pesanan tersebut, berapa besarnya upah karyawan, berapa upah yang sudah dibayarkan berapa yang terutang, terdapat  juga catatan tentang harga belin dan lokasi gedung, mesin dan peralatan lainnya, catatan jumlah kas, piutang, utang yang ada di bank dan sebagainya.

2.    Laporan Keuangan

Laporan keuangan merupakan klasifikasi dan ringkas dari informasi operasi. Satu set dari rekening sebagai media pencatatan hasil operasi akan mempermudah penyajian laporan keuangan karena rekening merupakan rekap dari transaksi-transaksi selama periode tertentu. Jumlah pendapatan dari hasil penjualan yang dilaporkan dalam laporan rugi laba adalah ringkasan dari hasil jumlah penjualan selama periode akuntansi, piutang dalam rekening piutang tertentu.

3.    Akuntansi Manajemen

Perincian dari informasi operasi juga merupakan sumber dari informasi akuntansi manajemen. Manajemen  tidak berkepentingan dengan data yang kecil-kecil, dan tersebar, tapi menginginkan ringkasan dari data tersebut. Berapa tiap karyawan mendapat gaji, berapa saldo kas hari ini, berapa utang langganan. Manajemen hanya berkepentingan pada laporan ringkasan dari hal-hal tersebut.

 

D.  Peranan manajemen terhadap perusahaan

Setiap perusahaan memilki manajemen yang memegang berbagai peranan penting yang menentukan keberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan untuk diwujudkan bersama. Ada banyak peran yang harus dimainkan atau diperankan para manajer secara seimbang sehingga diperlukan orang yang tepat untuk menjalankan peran-peran tersebut. Manajemen yang baik haruslah berperan sesuai dengan situasi dan kondisi pada perusahaan atau organisasi. Manajemen yang tidak bisa menjalankan peran sesuai tuntutan perusahaan dapat membawa kegagalan. Berikut ini adalah peranan manajemen yang harus diperankan para manajer:

1.    Peran Interpersonal

Peran Interpersonal yaitu hubungan antara manajer dengan orang yang ada disekelilingnya, meliputi:

a.    Figurarehead atau Pemimpin simbol

Figurarehead/Pemimpin simbol adalah sebagai simbol dalam acara-acara perusahaan.

b.    Leader atau Pemimpin

Leader atau Pemimpin adalah menjadi pemimpin yang memberi motivasi para karyawan atau bawahan serta mengatasi permasalahan yang muncul.

c.    Liasion atau Penghubung

Liasion atau Penghubung adalah menjadi penghubung dengan pihak internal dan eksternal.

2.    Peran Informasi

Peran informasi adalah peran dalam mengatur informasi yang dimiliki baik yang berasal dari dalam maupun luar perusahaan, meliputi:

a.    Monitor atau Pemantau

Monitor atau Pemantau adalah mengawasi, memantau, mengikuti, mengumpulkan dan merekam kejadian atau peristiwa yang terjadibaik didapat secara langsung maupun tidak langsung.

b.    Disseminator atau Penyebar

 Disseminator atau Penyebar adalah menyebar informasi yang didapat kepada para orang-orangdalam informasi.

c.    Spokeperson atau juru bicara

Spokeperson atau juru bicara adalah mewakili unit yang dipimpinnya kepada pihak luar.

3.    Peran pengambilan keputusan

Peran pengambilan keputusan adalah peran dalam membuat keputusan baik yang ditentukan sendiri maupun yang dihasilkan bersama pihak lain, meliputi:

a.    Enterpreneur atau kewirausahaan

Enterpreneur atau kewirausahaan adalah membuat ide dan kreasi yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan kinerja unit kerja.

b.    Disturbance Handler atau Penyelesaian Permasalahan

Disturbance Handler atau Penyelesaian Permasalahan adalah mencari jalan keluar dan solusi terbaik dari setiap persoalan yang timbul.

c.    Resaurce Allicator atau Pengalokasian Sumber Daya

Resaurce Allicator atau Pengalokasian Sumber Daya adalah menentukan yang dapat menerima sumber daya serta besar sumber dayanya.

d.   Negatiator

Negatiator adalah melakukan negosiasi dengan pihak dalam dan luar untuk kepentingan unit kerja atau perusahaan.

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

Manajemen dapat diartikan sebagai ilmu untuk memimpin suatu usaha atau organisasi mulai dari merencanakan, membagi-bagi tugas sesuai dengan pendidikan dan keahliannya, menggerakkan atau mendorong anggota organisasi mau dan senang melakukan tugas, serta melakukan pengawasan agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara maksimal. 

Dipandang dari jenis usahanya, perusahaan dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing:

1.    Perusahaan Jasa

2.    Perusahaan perdagangan

3.    Perusahaan Manufaktur

Dalam hubungannya dengan pemilikan jenis perusahaan dikelompokkan menjadi tiga, masing-masing:

1.    Perusahaan Perseorangan (Private Ownership)

2.    Perusahaan Perkumpulan (Partnership)

3.    Perusahaan Perseroan (Corporation)

Jenis-jenis informasi perusahaan:

1.      Informasi Operasi

Informasi Operasi akan menghasilkan dua jenis informasi akuntansi, pertama laporan keuangan yaitu informasi akuntansi untuk pihak-pihak di luar (ekstern) dan akuntansi manajemen.

2.    Laporan Keuangan

Laporan keuangan merupakan klasifikasi dan ringkas dari informasi operasi. Satu set dari rekening sebagai media pencatatan hasil operasi akan mempermudah penyajian laporan keuangan karena rekening merupakan rekap dari transaksi-transaksi selama periode tertentu.

 

 

 

3.    Akuntansi Manajemen

Perincian dari informasi operasi juga merupakan sumber dari informasi akuntansi manajemen. Manajemen  tidak berkepentingan dengan data yang kecil-kecil, dan tersebar, tapi menginginkan ringkasan dari data tersebut.

Manajemen yang baik haruslah berperan sesuai dengan situasi dan kondisi pada perusahaan atau organisasi. Manajemen yang tidak bisa menjalankan peran sesuai tuntutan perusahaan dapat membawa kegagalan. Berikut ini adalah peranan manajemen yang harus diperankan para manajer:

1.    Peran Interpersonal

Peran Interpersonal yaitu hubungan antara manajer dengan orang yang ada disekelilingnya, meliputi:

a.    Figurarehead atau Pemimpin simbol

Figurarehead/Pemimpin simbol adalah sebagai simbol dalam acara-acara perusahaan.

b.    Leader atau Pemimpin

Leader atau Pemimpin adalah menjadi pemimpin yang memberi motivasi para karyawan atau bawahan serta mengatasi permasalahan yang muncul.

c.    Liasion atau Penghubung

Liasion atau Penghubung adalah menjadi penghubung dengan pihak internal dan eksternal.

2.    Peran Informasi

Peran informasi adalah peran dalam mengatur informasi yang dimiliki baik yang berasal dari dalam maupun luar perusahaan, meliputi:

a.    Monitor atau Pemantau

Monitor atau Pemantau adalah mengawasi, memantau, mengikuti, mengumpulkan dan merekam kejadian atau peristiwa yang terjadibaik didapat secara langsung maupun tidak langsung.

b.    Disseminator atau Penyebar

 Disseminator atau Penyebar adalah menyebar informasi yang didapat kepada para orang-orangdalam informasi.

c.    Spokeperson atau juru bicara

Spokeperson atau juru bicara adalah mewakili unit yang dipimpinnya kepada pihak luar.

3.    Peran pengambilan keputusan

Peran pengambilan keputusan adalah peran dalam membuat keputusan baik yang ditentukan sendiri maupun yang dihasilkan bersama pihak lain, meliputi:

a.    Enterpreneur atau kewirausahaan

Enterpreneur atau kewirausahaan adalah membuat ide dan kreasi yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan kinerja unit kerja.

b.    Disturbance Handler atau Penyelesaian Permasalahan

Disturbance Handler atau Penyelesaian Permasalahan adalah mencari jalan keluar dan solusi terbaik dari setiap persoalan yang timbul.

c.    Resaurce Allicator atau Pengalokasian Sumber Daya

Resaurce Allicator atau Pengalokasian Sumber Daya adalah menentukan yang dapat menerima sumber daya serta besar sumber dayanya.

d.   Negatiator

Negatiator adalah melakukan negosiasi dengan pihak dalam dan luar untuk kepentingan unit kerja atau perusahaan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Sukwiaty, dkk. 2006. Ekonomi 3 SMA kelas XII. Bandung: Yudhistira.

Machfoeds, mas’ud. 1990. Akuntansi Manajemen. Edisi keempat. Cetakan ke-1. Yogyakarta: Penerbit BPFE.

http://www.cokicepe.blogspot.com/2010/11/ konsep manajemen informasi & peranan pada perusahaan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s